Senin, 26 Maret 2018

[Book Review] Tahun Terakhir Dena - Purba Sitorus


Judul: Tahun Terakhir Dena
Penulis: Purba Sitorus
Penerbit: Laksana
Tebal: 203 Halaman
ISBN: 978-602-407-313-8
Sinopsis: Tahun depan. Tahun depan mimpi Dena harus terwujud. Ini tahun terakhirnya jadi siswa di SMU Harapan. Dena ingin beasiswa kuliah ke luar negeri, meninggalkan neraka ini. 
Waktu gurunya bilang nilai sempurna saja tidak cukup, Dena kebat-kebit. Demi rekomendasi dari gurunya, dia rela melakukan apa saja. Termasuk mengajari Adit agar nilai matematikanya membaik.
Adit! cowok bandel, tajir, dan suka bikin repot. Tapi ternyata kok seru juga bergaul dengan mereka. Dunia Dena jungkir balik. Untuk pertama kalinya, Dena tidak yakin dengan pilihan hidupnya.
Begitulah tahun terakhir Dena berlangsung. Tahun terakhir yang membuatnya memandang masa SMA dari sisi yang berbeda. 

***
Ini kisah tentang Dena, remaja yang duduk di bangku SMA. Kisah tentang bagaimana tahun terakhir yang ia jalani di SMA. 

Dena adalah siswa yang bersekolah di SMA Harapan dengan beasiswa. Tapi tidak seperti di sekolah lain, SMA Harapan adalah sekolah anomali yang dimana siswa beasiswa berada di kasta terendah. Siswa beasiswa harus rela diperintah-perintah oleh siswa lain yang kebanyakan bandel. Menurut mereka, siswa beasiswa layak mendapatkan itu karena beasiswa yang diberikan adalah dari orang tua mereka. 

Dena sebenarnya tidak punya keinginan muluk-muluk di SMA Harapan, ia hanya ingin belajar dengan rajin hingga kelak ia bisa mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. Cita-cita Dena adalah mendapatkan beasiswa untuk bisa kuliah ke luar negeri. Tapi ada satu hal kekurangan yang harus ditutupi oleh Dena jika ia mau mendapatkan beasiswa ke luar negeri yaitu ia tidak aktif di kegiatan siswa atau ekstrakurikuler. Hal inilah yang dilihat oleh Pak Broto, gurunya. 

Karena Dena sudah tidak mungkin mengikuti ekstrakurikuler di tahun terakhir SMA nya, maka pak Broto memberikan ia sebuah proyek pengganti ekstrakurikuler. Proyek yang diberikan oleh pak Broto adalah mengajari siswa bandel SMA Harapan. Ini adalah hal yang cukup merepotkan bagi Dena, karena di samping harus fokus pada materi pelajarannya, ia juga harus menjalankan program tersebut.

Program yang diberikan pak Broto adalah mengajari Adit si anak bandel yang paling menjadi pusat perhatian. Sungguh merepotkan.

Berhasilkah Dena? Berhasilkan Dena mengajari Adit? Berhasilkan Dena mendapatkan beasiswa sekolah ke luar negeri?

"Satu hal yang tidak kuperhitungkan. Bayangan dan kejadian nyata rasanya beda jauh" - hal. 177
*** 

Saya tidak punya ekspektasi apapun terhdap buku ini selain hiburan. Dan yaa saya mendapatkannya. Menyimak kisah Dena di tahun terakhir bangku SMA nya membuat otak saya memunculkan kembali kenangan-kenangan semasa SMA. Masa SMA yang penuh liku-liku antara pelajaran, prestasi, teman, gebetan, serta keluarga juga dialami Dena. Saya salut dengan Dena yang begitu semangat dan memiliki pendirian yang kuat untuk mempertahankan prestasi belajarnya, dan gigih berjuang untuk mendapatkan beasiswanya. 

Di awal cerita saya menebak-nebak endingnya akan seperti apa. Tapi ternyata saya salah, ada beberapa hal yang terlewat dari tebakan saya. 

Penasaran? 

Baca yuk, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar