Jumat, 02 September 2016

[Book Review] The Five People You Meet In Heaven (Meniti Bianglala) - Mitch Albom


Judul: The Five People You Meet In Heaven (Meniti Bianglala)
Penulis: Mitch Albom
Penerjemah: Andang H. Sutopo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal:  208 Halaman
ISBN: 978-602-03-0656-8
Sinopsis: Eddi bekerja di taman hiburan hampir sepanjang hidupnya, memperbaiki dan merawat berbagai wahana. Tahun-tahun berlalu, dan Eddie merasa terperangkap dalam pekerjaan yang dirasanya tak berarti. Hari-harinya hanya berupa rutinitas kerja, kesepian, dan penyesalan.

Pada ulang tahunnya yang ke-83, Eddie tewas dalam kecelakaan tragis ketika mencoba menyelamatkan seorang gadis kecil dari wahana yang rusak. Ketika terjaga, dia mendapati dirinya di alam baka. Dan ternyata Surga bukanlah Taman Eden yang indah, melainkan tempat kehidupan manusia di dunia dijelaskan lima orang yang telah menunggu. Lima orang yang mungkin orang-orang yang kita kasihi, atau bahkan orang-orang yang tidak kita kenal, namun telah mengubah jalan hidup kita selamanya, tanpa kita sadari.

***

Meninggal secara tragis di hari ulang tahun terdengar sangat menyedihkan bukan?. Itulah yang dialami Eddie yang meninggal di hari ulang tahunnya yang ke 83. Ia meninggal di taman hiburan yang selama ini menjadi tempatnya bekerja. Keinginannya untuk menyelamatkan seorang gadis kecil dari wahana yang rusak telah membawanya ke alam baka. Sejak kecil Eddie telah akrab dengan taman hiburan tempat ia bekerja dan wahana-wahana yang ada di sana. Ayahnya dulu juga bekerja di sana hingga akhir hayatnya. Ayahnyalah yang memperkenalkan taman hiburan tersebut pada Eddie. Hidup Eddie bisa dibilang bahagia sejak kecil hingga dewasa sampai perang merubah hidupnya, selamanya. Perang telah membuat ia pincang, menyisakan kaki yang tidak lagi normal. Sejak saat itu hidup Eddie tidak lagi sama. Meskipun ada Margaruitte, istrinya yang selalu setia mendampinginya tanpa mempersoalkan bagaimana keadaannya. Seharusnya Eddie merasa bahagia tapi nyatanya tidak. Memang ia bahagia dengan limpahan perhatian dan kasih sayang dari istrinya tapi jauh di lubuk hatinya ia merasa tertekan. Perang meninggalkan rasa bersalah dan frustasi yang begitu hebat bagi Eddie. Bekerja di taman hiburan dianggap Eddie sebagai sebuah kutukan. Ia menyalahkan ayahnya atas hal ini. Eddie merasa hidupnya tidak berguna, sampai akhir hayatnya. Ia hanya bertahan tanpa melakukan seuatu yang luar biasa, pikirnya

Kematian menjadi gerbang Eddie memasuki alam baka yang ternyata merupakan lapisan-lapisan dunia lain yang dimana di setiap lapisan tersebut seseorang telah menunggu Eddie. Awalnya Eddie tak mengerti apa yang sedang terjadi padanya, badannya terasa lain, apalagi tempatnya. Dan ia belum menyadari kalau ia ternyata sudah mati. Ada lima orang yang telah menunggu Eddie yang masing-masing berada di setiap lapisan. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang telah ditemui Eddie di dunia. Namun ada juga yang tidak ia kenal tapi kehidupan Eddie tetap bersinggungan dengan orang tersebut. Orang-orang tersebut telah memberi jawaban pada Eddie atas apa yang selama ini ia pertanyakan di dunia. Setiap orang tersebut memberi pelajaran yang berharga.

Kisah Eddie dan lima orang yang ia temui ini berisi pesan yang sangat mendalam. Saya tidak menyangka akan menyukai cerita ini. Meskipun ini fiksi tapi tak ada salahnya mengambil makna yang ada di dalamnya. Bahwa kisah hidup kita itu akan selalu bersinggungan dengan kisah hidup orang lain. Maka berhati-hatilah, meskipun tidak semuanya berarti buruk. Satu lagi yang paling penting adalah jangan pernah menganggap kalau hidup yang kita miliki tidak berarti. Jangan pernah. Selama kita melakukan kebaikan pasti berharga. Sepertinya Mitch Albom akan masuk daftar penulis favorit nih.  


1 komentar: