Jumat, 12 Agustus 2016

[Book Review] Fortunately, The Milk (Untunglah, Susunya) - Neil Gaiman


Judul: Fortunately, The Milk (Untunglah, Susunya)
Penulis: Neil Gaiman
Ilustrator: Skottie Young
Alih Bahasa: Djokolelono
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal:  128 Halaman
ISBN: 978-602-03-1225-5
Sinopsis: “Aku membeli susu,” kata Ayah. “Aku keluar dari toko pojok, dan mendengar suara aneh seperti ini: dhum…dhumm… Aku mendongak, dan kulihat piringan perak besar menggantung di atas Jalan Marshall.”
“Halo,” pikirku. “Itu bukan sesuatu yang kaulihat setiap hari. Lalu sesuatu yang aneh terjadi.”
***

Itu adalah sepenggal kalimat yang ada di buku ini. Siapa yang menyangka kalau ternyata yang mengalami petualangan ajaib nan absurd ternyata si Ayah, bukan si anak. Cerita ini berawal dari hal yang sangat sederhana saja sebenarnya yaitu Ayah yang pergi membeli susu untuk kedua anaknya. Di suatu pagi ibu mereka harus menghadiri konferensi di luar kota dan mengingatkan mereka untuk membeli susu, karena susu di rumah sudah habis. Anaknya ingin sarapan sereal namun tentu saja sarapan sereal tak pernah enak tanpa susu, dan Ayah juga butuh susu untuk campuran tehnya. Kebiasaannya di setiap pagi. Maka berangkatlah sang Ayah menuju toko yang menjual susu.

Sebenarnya toko yang dituju si Ayah dekat saja dari rumah tapi Ayah pulang sangat lama. Sampai kedua anaknya lelah menunggu. Ternyata dalam perjalanan pulang menuju rumah Ayah mengalami petualangan, bertemu piringan perak besar di langit dan dibawa masuk ke dalamnya oleh penghuni piringan tersebut. Kemudian semakin absurdlah petualangan yang dialami Ayah, ia bertemu berbagai macam makhluk aneh lainnya. Meski begitu Ayah tetap memikirkan susu yang ia beli untuk anaknya di rumah. Untunglah susunya tidak jatuh, rusak atau hilang.

Ini adalah petualangan yang absurd memang, penuh imajinasi. Neil Gaiman pasti sedang menjadi seorang anak kecil ketika menulis cerita ini. Benar-benar imajinasi anak-anak. Karena memang cerita ini untuk anak-anak. Tapi tidak ada salahnya dibaca oleh orang dewasa. Santai saja ketika membaca cerita ini, tidak perlu berpikir keras. Apalagi sampai memprotes cerita yang tidak masuk akal di dalamnya. Membacanya cuma butuh waktu 30 menit, maksimal. Cerita ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang keren. Menghibur dan bikin ingat masa kecil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar