Minggu, 10 Juli 2016

[Book Review] Broken Vow - Yuris Afrizal


Judul: Broken Vow
Penulis: Yuris Afrizal
Penerbit: Stiletto Book
Tebal: 270 Halaman
ISBN: 978-602-7572-41-6
Kategori: Novel Dewasa
Sinopsis: Tiga sahabat. Tiga pernikahan. Tiga luka.
“Amara, dia punya segalanya. Kecantikan yang sempurna dan kehidupan pernikahan yang diimpikan setiap perempuan. Namun, hanya kisah Cinderella yang berakhir happily ever after, karena ternyata mencintai saja tidak cukup, dan menjadi sempurna pun tidak cukup.
Nadya, memiliki karier yang cemerlang. Menikah diusia 30 hanya untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang selalu mengganggunya. Baginya, keinginan dan harapan kadang berbenturan dengan realitas yang ada.
Irena, si superwoman. Berkarier dan menjadi ibu rumah tangga sekaligus. Potret keluarga bahagia yang sesungguhnya. Namun, siapa yang mengira jalan hidup Irena akan menikung tajam?
Siapakah di antara tiga sahabat ini yang paling berbahagia dengan pernikahannya – atau justru paling menderita? Prasangka dan iri pun diam-diam ada di hati mereka. Apakah persahabatan yang telah terjalin itu dapat tetap bertahan? Dan, dapatkah mereka menemukan kebahagiaannya masing-masing?”
***

Saya mendapatkan buku ini di acara ulang tahun Stiletto Book waktu itu di Jogja. Kala itu buku ini termasuk buku keluaran terbaru dari Stiletto Book dan saya merasa beruntung bisa mendapatkannya, gratis pula. Sayangnya karena berbagai halangan saya tidak langsung membaca buku ini. Awalnya saya membaca buku ini tidak dengan ekspektasi yang berlebihan, biasa-biasa saja. Saya hanya tertarik karena buku ini berkisah tentang persahabatan dan pernikahan. Tema ini selalu menarik bagi saya.
Benar saja, saya tenggelam dalam cerita di buku ini. Kisah ini berisikan cerita bahagia dan sedih, tapi menurut saya lebih banyak kisah sedihnya apalagi di tengah-tengah cerita. Saya sangat emosional ketika membaca ini. Saya mengalami up and down perasaan. Air matapun sampai jatuh tak tertahankan. Kisah tiga sahabat ini dalam menjalani kehidupan pernikahannya sangat menguras emosi. Meskipun alurnya sangat cepat tapi saya tetap menikmati kisah yang disuguhkan.
Dari buku ini saya tahu bahwa setiap pernikahan memang selalu diikuti dengan segala macam bentuk masalah. Sebuah masalah bisa berwujud apa saja. Ternyata cinta saja tidak cukup untuk membangun sebuah pernikahan. Butuh banyak hal lebih dari sekedar cinta agar pernikahan itu tetap ada.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar